Selamat datang di Blog Sakura Martania Creative Design

All Story From Blog

pengenalan Adobe in desain



 Setelah sebelumnya sudah diberikan penjelasan mengenai DASAR PENGENALAN ADOBE ILLUSTRATOR dan DASAR PENGENALAN ADOBE PHOTOSHOP, Kali ini gilirannya menjelaskan DASAR PENGENALAN ADOBE INDESIGN


Adobe InDesign adalah salah satu aplikasi desktop publising yang kini makin populer. Kepopulerannya didukung dengan tidak dikeluarkannya lagi versi terbaru Adobe PageMaker. Kedua aplikasi tersebut merupakan produk dari Adobe Inc, dimana masih terdapat satu lagi aplikasi desktop publishing yang dikeluarkan oleh Adobe yaitu Adobe FrameMaker. 

Adobe PageMaker terakhir keluar dengan release versi 7.0. Pengguna PageMaker merasa harus segera beralih ke InDesign dikarenakan memang tidak keluar lagi versi yang lebih baru. Hal ini yang mendasari saya untuk menulis tip dan trik Adobe InDesign. Tidak jauh berbeda antara aplikasi Adobe InDesign dengan Adobe PageMaker, baik dari sisi fasilitas maupun kemudahan dalam pengoperasian. InDesign versi baru kini dapat mengakomodir semua fasilitas PageMaker. Hal ini ditandai dengan munculnya release InDesign yang disertai dengan Adobe PageMaker Plug-In Pack. Sehingga untuk para pengguna PageMaker-mania bisa segera beradaptasi dengan InDesign. 


Adobe InDesign adalah aplikasi perangkat lunak yang diproduksi oleh Adobe Systems. digunakan untuk membuat karya seperti poster, flyer, brosur, majalah dan buku. menciptakan dan meletakkan publikasi berkala, poster, dan media cetak. 

Sejarah

InDesign adalah penerus dan alternatif untuk Adobe PageMaker, yang diperoleh dengan pembelian Aldus akhir tahun 1994. Pada tahun 1998 PageMaker telah kehilangan hampir seluruh pasar profesional dengan fitur yang relatif kaya QuarkXPress 3.3, dirilis pada tahun 1992, dan 4,0 yang dirilis pada tahun 1996. Quark menyatakan niat untuk membeli Adobe dan divestasi perusahaan gabungan PageMaker untuk menghindari masalah anti-trust. 

Adobe menolak tawaran itu dan bukannya terus bekerja pada sebuah perangkat lunak baru untuk tata letak halaman. Proyek ini telah dimulai oleh Aldus, adalah kode-bernama "Shuksan" pertama, kemudian "K2" dan dirilis sebagai InDesign 1,0 pada tahun 1999. Pada tahun 2002, InDesign diluncurkan pertama Mac OS X-native desktop publishing (DTP) perangkat lunak. Dalam versi 3 (InDesign CS) itu menerima dorongan dalam distribusi dengan dibundel dengan Photoshop, Illustrator, dan Acrobat di Suite Kreatif. 

InDesign ekspor dokumen dalam Adobe Portable Document Format (PDF) dan memiliki dukungan multibahasa. aplikasi DTP pertama yang mendukung Unicode untuk pemrosesan teks, tipografi dengan font OpenType, transparansi fitur canggih, gaya tata letak, alinyemen margin optik, dan lintas-platform scripting menggunakan JavaScript. Kemudian versi perangkat lunak memperkenalkan format file baru. Untuk mendukung fitur-fitur baru, terutama tipografi, diperkenalkan dengan InDesign CS, kedua program dan format dokumen perusahaan tidak backward-compatible. Sebaliknya, InDesign CS2 memiliki kompatibilitas ke belakang-format. Inx, sebuah representasi dokumen berbasis XML. InDesign CS versi update dengan update 3,1 April 2005 InDesign CS2 dapat membaca file-file disimpan diekspor ke format inx.. InDesign Interchange Format tidak mendukung versi awal dari InDesign CS. 

Adobe InDesign CS3 dikembangkan (dan Creative Suite 3) sebagai perangkat lunak biner universal yang kompatibel dengan Intel Mac PowerPC asli dan mesin pada tahun 2007, dua tahun setelah mengumumkan jadwal 2005. Intel-Mac merepotkan awal-adopters, Adobe CEO Bruce Chizen mengumumkan bahwa "Adobe akan menjadi yang pertama dengan garis lengkap aplikasi universal" Versi Mac CS2 telah kode terintegrasi pada arsitektur PPC, dan tidak kompatibel dengan native. prosesor Intel di mesin-mesin baru Apple, sehingga port produk untuk platform lain lebih sulit dari yang telah diantisipasi. Adobe CS3 mengembangkan aplikasi mengintegrasikan produk Macromedia (2005), daripada rekompilasi CS2 dan CS3 berkembang secara bersamaan 

InDesign CS3 memiliki masalah kompatibilitas serius dengan Leopard (Mac OS X v10.5), seperti Adobe menyatakan: "InDesign CS3 tiba-tiba bisa berhenti bila menggunakan Place, Simpan, Save As atau Ekspor perintah baik menggunakan OS atau kotak dialog Adobe. Sayangnya , tidak ada workarounds atas masalah yang diketahui. Namun, Apple OS X 10.5.4 update mengatasi masalah ini. 

Ada juga isu yang akan menyebabkan InDesign dan Adobe Illustrator gagal untuk perintah Unhide. Hal ini dapat mencegah pengguna dari menyelesaikan pekerjaan tanpa memaksa aplikasi untuk berhenti. Masalah ini telah diselesaikan di OS X 10.5.6 update. Baru-baru ini, sebuah isu yang menyebabkan jalan kliping diterapkan dalam file EPS ditempatkan pada volume mount AFP untuk gagal ketika mencetak atau mengekspor ke PDF dari InDesign CS4. Masalah ini telah dibahas dalam Mac OS X 10.5.7 update. Saat ini, tidak ada masalah khusus mempengaruhi dikenal InDesign saat bekerja pada versi saat ini Leopard 10.5.7. 

Versi server

InDesign CS3 Server ikon 

Pada bulan Oktober 2005, Adobe merilis "InDesign Server CS2", sebuah versi modifikasi dari InDesign (tanpa user interface) untuk Windows dan platform server Macintosh. Ini tidak menyediakan klien mengedit, melainkan untuk digunakan oleh pengembang dalam menciptakan solusi client-server dengan [InDesign plug-in teknologi. 6] Pada bulan Maret 2007 secara resmi mengumumkan Adobe InDesign Adobe CS3 Server sebagai bagian dari keluarga Adobe InDesign. 

Versions InDesign CS3 icon 
InDesign 1.0 (codenamed K2): August 31, 1999. 
InDesign 1.5 (codenamed Sherpa): April 2001. 
InDesign 2.0 (codenamed Annapurna): January 2002 (just days before QuarkXPress 5). First version to support Mac OS X and native transparencies & drop shadows. 
InDesign CS (codenamed Dragontail) and InDesign CS PageMaker Edition (3.0): October 2003. 
InDesign CS2 (4.0) (codenamed Firedrake): shipped in May 2005. 
InDesign Server (codenamed Bishop): released October 2005. 
InDesign CS3 (5.0) (codenamed Cobalt): April 2007. First Universal binary versions to natively support Intel-based Macs, Regular expression, Table styles, new interface. 
InDesign CS3 Server (codenamed Xenon): released May 2007. 
InDesign CS4 (6.0) (codenamed Basil): Introduced September 23, shipped in October 2008. 
InDesign CS4 Server (codenamed Thyme). 
InDesign CS5 (7.0) rilis April 2010. 
InDesign CS6 (CS6), dirilis pada Mei 2012. 


Bahasa ketersediaan 

Adobe InDesign CS4 tersedia dalam bahasa berikut: Bahasa Arab (Timur Tengah versi), Portugis Brazil, Cina Sederhana, Cina Tradisional, Ceko, Denmark, Belanda, Inggris, Finlandia, Perancis, Perancis (Kanada), Jerman, Yunani, Ibrani (Tengah versi Timur), Hongaria, Italia, Jepang, Korea, Norwegia Polandia, Rumania, Rusia, Spanyol, Spanyol (Amerika Latin), Swedia, Turki, Ukraina. 

Adobe InDesign CS4, Timur Tengah dan Afrika Utara versi yang tersedia dari WinSoft International. fitur khusus untuk bahasa Arab, Persia, dan bahasa Ibrani Timur Tengah/Ibrani dan Timur Tengah versi Arab secara khusus dikembangkan untuk bahasa Arab dan bahasa Ibrani. 


Pengaturan Teks 

InDesign versi Timur Tengah datang dengan pengaturan khusus untuk meletakkan Arab atau teks Ibrani, seperti: 

a. Kemampuan untuk menggunakan bahasa Arab, Persia atau Hindi digit 
b. Gunakan kashidas untuk jarak huruf dan justifikasi penuh 
c. ligatur pilihan 
d. Set vokal / posisi Diakritik 
e. Ratakan teks dalam tiga cara yang mungkin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan (Standard, Arab, Naskh) 
f. Pilihan untuk "Sisipkan Karakter Khusus": tiga Ibrani karakter (Geresh, Gershayim, Maqaf) dan Arab satu (Kashida) 
g. Terapkan standar, Arab atau gaya bahasa Ibrani untuk halaman, penomoran ayat dan catatan kaki. 
4. Teks Bi-directional 
Dalam InDesign versi Timur Tengah, pengertian tentang perilaku dari kanan-ke-kiri berlaku untuk beberapa objek: Story, Ayat, Karakter dan Tabel. Anda dapat dengan mudah campuran Kanan-ke-kiri dan Kiri-ke-Kanan Kata, Paragraf dan Cerita di dokumen. 

InDesign CS4 Timur Tengah versi memungkinkan Anda untuk mengubah dalam satu klik arah karakter netral (untuk ex:,. /?, Dll) sesuai bahasa keyboard Anda. 


Daftar isi 

Anda dapat membuat daftar isi (TOC) untuk setiap dokumen atau buku di InDesign versi Timur Tengah. InDesign versi Timur Tengah datang dengan satu set Daftar isi judul, satu untuk setiap bahasa yang didukung. TOC juga diurutkan berdasarkan bahasa yang dipilih. InDesign CS4 versi Timur Tengah memungkinkan Anda untuk memilih bahasa judul indeks dan referensi silang dengan mengklik kanan di bidang judul di jendela Indeks Hasilkan. 


Indeks 

Anda dapat membuat indeks kata kunci sederhana atau panduan, lengkap dengan informasi rinci dalam buku Anda. InDesign versi Timur Tengah memungkinkan Anda menetapkan berbagai Urutkan Pilihan untuk indeks Anda sesuai dengan bahasa yang Anda hadapi. 


Mengimpor dan mengekspor 

InDesign versi Timur Tengah membawa kemampuan membuka secara langsung dan mengkonversi file QuarkXPress, bahkan menggunakan Arab XT, Arab Phonyx atau XPressWay Ibrani font, mempertahankan tata letak dan konten. InDesign versi datang Timur Tengah dengan lebih dari 50 impor / ekspor filter memungkinkan Anda untuk menempatkan berbagai jenis gambar dan Romawi teks: Microsoft Word 97-98-2000 Impor filter filter dan Teks Impor. InDesign juga dapat digunakan sebagai front end di atas aplikasi database, seperti perangkat lunak NewsGate CCI Eropa. 


Reverse layout 

InDesign versi Timur Tengah termasuk fitur tata letak terbalik untuk mengembalikan tata letak dokumen, saat mengkonversi dokumen Kiri ke Kanan (Romawi) ke kanan untuk Waktu satu (Arab atau Ibrani) atau sebaliknya. Hal ini juga berguna saat membuat dokumen multibahasa. 

Timur Tengah juga tersedia versi untuk Adobe Acrobat, [9] Adobe Illustrator, [10] Adobe Photoshop, [11] Adobe InCopy, [12] dan Adobe Dreamweaver, [13] dan juga untuk Adobe Creative Suite [14] (Desain Standar, Desain Premium, Web Premium). 


Rendering 

InDesign mendukung pengkodean karakter Unicode dan ada versi khusus Timur Tengah mendukung tata letak teks kompleks untuk bahasa Arab dan Ibrani jenis script yang kompleks. Namun, pada InDesign CS4, kemampuan ini hadir, meskipun tidak secara resmi didukung. 

Ada alat pihak ketiga, IndicPlus dari MetaDesign Solusi, yang menambah kemampuannya untuk membuat skrip yang kompleks Indic dan lain dengan InDesign. Alat ini tersedia untuk CS2/CS3/CS4 versi InDesign. Ia menambahkan kemampuan untuk mengedit dan memperlakukan teks dalam berbagai macam bahasa. Beberapa di antaranya adalah bahasa Arab, Assam, Azerbaijan, Benggala, Persia, Georgia, Yunani, Gujarati, Ibrani, Hindi, Kannada, Kashmir, Kazakhstan, Khmer (Kamboja), Laos, Malayalam, Manipuri, Marathi, Nepali, Oriya, Punjab, Sansekerta , Sindhi, Tamil, Thai, Urdu, Vietnam, antara lain. Mendukung semua font berbasis Unicode.

Sumber: http://www.rumpunnektar.com/2013/07/pengenalan-dasar-adobe-indesign.html#ixzz2ek03JiCL
Follow us: @rumpunnektar on Twitter

Continue Reading »


Kreatif dan ‘Lapar’

Kreatif dan ‘Lapar’

Written By Ali Sakit on Minggu, 07 Oktober 2012 | 20.42


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ‘kreatif’ diartikan:

(1) memiliki daya cipta;
(2) memiliki kemampuan untuk menciptakan.

Jadi, proses kreatif adalah proses mencipta sesuatu dan konteks dalam tulisan ini adalah mencipta tulisan atau menulis, baik itu tulisan yang bersifat fiksi maupun non-fiksi.

Ingat, mereka yang menulis fiksi disebut pengarang dan mereka yang menulis non-fiksi disebut penulis. (masih ingat kan dengan pembahasan dulu? kagak inget gue jitak)

Seorang penulis bisa menjadi pengarang, tetapi pengarang pada umumnya sedikit yang menjadi penulis. Hambatannya, menjadi penulis diperlukan topangan referensi yang lebih luas dan mendalam, apalagi bila yang bersangkutan menulis tulisan yang bersifat akademis/ilmiah. Tetapi bukan berarti bahwa menjadi seorang pengarang itu lebih mudah dibandingkan menjadi penulis. Sebab, baik untuk menjadi pengarang maupun penulis, keduanya memerlukan modal utama yaitu memiliki dorongan yang kuat untuk menulis (the strong will to write) atau dalam jargon creative writing disebut ‘lapar menulis’ (tidak sekedar haus). Dapat dibayangkan, bagaimana jika kita lapar (kelaparan) harus makan. Tentunya, jalan apa pun ditempuh, bukan? Goal-nya adalah makan, harus makan.

Dalam kasus ‘lapar menulis’, jalan apa pun ditempuh, it’s goal is do writing.
Jadi, jika kita ingin menjadi penulis atau pengarang, untuk mencapainya adalah menulis – do writing, do it soon, very soon, don’t be postponed. Sayangnya, banyak pihak yang ingin menjadi pengarang atau penulis tetapi hanya sebatas ‘ingin’ karena tidak juga menulis. Alasannya, sulit memulai, tidak punya waktu, takut salah, malu atau tidak ada inspirasi/ide yang pas untuk ditulis. Akhirnya, proses menulis pun tertunda.
Benar, untuk memulai menulis memang memerlukan proses kreatif yaitu dimulai dengan adanya ide (kekayaan batin/intelektual) sebagai bahan tulisan. Pengalaman saya, ide itu bisa diperoleh/didapat setiap saat, kapan mau menulis. Sumber utamanya adalah bacaan, pergaulan, perjalanan (traveling), kontemplasi, monolog, konflik dengan diri sendiri (internal) maupun dengan di luar diri kita (external), pembrontakan (rasa tidak puas), dorongan mengabdi (berbagi ilmu), kegembiraan, mencapai prestasi, tuntutan profesi dan sebagainya. Semuanya itu bisa dijadikan gerbang untuk mendorong memasuki proses kreatif menulis.

Kuncinya adalah punya hasrat yang kuat untuk menulis yang sebelumnya telah saya sebut sebagai the strong will to write sebagai modal utama untuk mulai menulis.

Modal kedua, adalah berkomitmen disertai disiplin untuk menulis. Antara lain mempuyai jadwal tetap untuk menulis dan rajin mengumpulkan ide-ide yang akan ditulis. Kedua hal tersebut perlu ditaati agar proses kreatif tidak terputus. Sayangnya, kadang kegiatan rutin yang wajib kita kerjakan membuat kegiatan menulis jadi tertunda atau terbengkalai sehingga tulisan tidak pernah menjadi suatu karya. Untuk mensiasatinya, maka perlu menulis di pagi hari (dini hari) atau malam (hingga larut malam, menjelang pagi). Baik juga memanfaatkan waktu luang pada akhir pekan atau hari libur. Yang penting, ada waktu khususnya untuk memberi ‘ruang’ proses kreatif yang kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan (karya nyata).

Menulis bukanlah sekadar membuat kalimat, melainkan diperlukan kemampuan mengolah kata. Kata-kata yang diolah juga bukan sembarang kata, melainkan kata-kata yang telah dipilih (diksi) untuk dijadikan media menulis. Kata-kata yang dipilih ini akan membuat tulisan baik atau buruk, menarik atau membosankan dan mudah atau sulit dipahami pembacanya (masih ingat dengan pembahasan kita "pilih kata yang bertenaga"? juga "ide sederhana penyajian cemerlang"?)

Dalam teori ini, untuk menjadi seorang penulis atau pengarang, pertama-tama harus mampu memilih kata-kata yang akan dijadikan media tulisannya. Karena, kata-kata ini merupakan senjata utama bagi penulis/pengarang untuk ‘menaklukkan’ pembaca. Agar dapat memilih dengan leluasa, maka setiap pengarang/penulis wajib kaya atau punya koleksi kata-kata tak terbatas, untuk dirangkai menjadi kalimat.

Pengkayaan kosakata dapat diperoleh dari bacaan, kamus, pergaulan dan penguasaan makna kata. Penggunaan kosakata ini tergantung pada keperluan masing-masing (menulis untuk fiksi atau non-fiksi). Tentunya, keperluan pengarang dengan penulis berbeda. Masing-masing punya jargon dan gaya tersendiri. Meskipun demikian, mereka ini punya goal yang sama: tulisannya ingin dibaca pembaca sebanyak dan seluas mungkin. Oleh karena itu, setiap penulis/pengarang pada waktu menulis telah memikirkan siapa sasaran pembacanya. Sehingga tidak salah ‘tembak’.

Tulisan yang menarik bagi pembaca, yang utama adalah mudah dipahami dan berbeda. Ada pun yang membuat sebuah tulisan itu mudah dipahami, yaitu:
1. Alur kalimat ditulis linier tidak bersifat ‘labirin’ (muter-muter, bertele-tele), sehingga tulisan terasa mengalir (flowing)
2. Tidak ada pengulangan kata-kata dan tidak banyak kata sambung seperti: lalu, kemudian, karena, jadi….dst
3. Hindari penggunaan kata-kata bersayap yang menyebabkan ambigu. Kata bersayap diperlukan, juga bunga kata, asal tidak berlebihan.
4. Isi tulisan tidak menggurui, tetapi memaparkan/menjelaskan sekalipun itu tulisan yang bersifat ‘pengajaran’.
5. Menyajikan tulisan dengan struktur susunan kata menjadi kalimat yang runtut dan paragraf yang tertata, sehingga tulisan mudah dicerna pembacanya
6. Mampu menggunakan tanda baca (dalam tulisannya) dengan tepat
7. Mencari ‘readers’ sebelum tulisan diterbitkan untuk minta pendapatnya (jika diperlukan)
8. Banyak membaca buku-buku yang disukai pembaca untuk dipelajari bahasa dan gaya penulisan para penulis/pengarang buku-buku yang banyak penggemarnya tersebut. Walaupun masing-masing penulis/pengarang idealnya punya ciri khas tersendiri.
9. dan yang terpenting, berani dan mau menerima kritik .


Sumber: http://www.rumpunnektar.com/2012/10/kreatif-dan-lapar.html#ixzz2efvp8ESr
Follow us: @rumpunnektar on Twitter

Continue Reading »


Software Desain Grafic terbaik di dunia


Untuk menghasilkan desain grafic secara digital dibutuhkan sebuah software yang bisa mendukung sebuah bentuk kreativitas dan pemikiran seorang desainer. Tanpa sebuah software yang tepat ide kita hanya akan tersangkut dibenak dan tidak bisa menghasilkan karya sesuai harapan.

Namun karena banyaknya software yang telah dibuat dan dengan tools yg seabreg tentu membutuhkan sebuah kesabaran untuk mempelajari dan menggunakan setiap fungsi dari software tersebut.

Berikut beberapa software desain canggih yang telah menghasilkan karya-karya indah para seniman desain.

1. Photoshop
         Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 dan versi yang terakhir (keduabelas) adalah Adobe Photoshop CS5.


2. Corel Draw
        CorelDraw adalah editor grafik vektor yang dibuat oleh Corel, sebuah perusahaan perangkat lunak yang bermarkas di Ottawa, Kanada. Versi terakhirnya versi 15 yang dinamai X5 dirilis pada tanggal 23 Februari 2008. Corel Draw pada awalnya dikembangkan untuk dijalankan pada sistem operasi Windows 2000 dan yang lebih baru. Versi Corel Draw untuk Linux dan Mac OS pernah dikembangkan, tetapi dihentikan karena tingkat penjualannya rendah. Versi CorelDRAW X5 memiliki tampilan baru serta beberapa aplikasi baru yang tidak ada pada CorelDRAW versi sebelumnya. Beberapa aplikasi terbaru yang ada, di antaranya Quick Start, Table, Smart Drawing Tool, Save as Template, dan lain sebagainya.

       
3. Adobe Freehand
       Macromedia FreeHand adalah aplikasi komputer untuk membuat grafik vektor 2 dimensi (penggunaan lambang geometris seperti titik, garis, lengkungan dan poligon untuk merepresentasikan gambar, dikenal dengan pemodelan geometris) diorientasikan untuk pasar pemasaran desktop professional. Telah tersedia untuk Microsoft Windows dan Mac OS X

4. 3D Max
       Autodesk 3ds Max, sebelumnya 3D Studio Max, adalah 3D komputer grafis perangkat lunak untuk membuat animasi 3D, model, dan gambar. Ini dikembangkan dan diproduksi oleh Autodesk Media dan Entertainment. Hal ini telah pemodelan kemampuan, arsitektur plugin yang fleksibel dan dapat digunakan pada platform Microsoft Windows. Hal ini sering digunakan oleh pengembang permainan video, studio TV komersial dan studio visualisasi arsitektur. Hal ini juga digunakan untuk efek film dan film pra-visualisasi. Selain pemodelan dan alat animasi, versi terbaru dari 3ds Max juga fitur shader (seperti oklusi ambien dan hamburan bawah permukaan), simulasi dinamis, sistem partikel, radiositas, pembuatan peta normal dan rendering, pencahayaan global, antarmuka pengguna disesuaikan, sendiri dan bahasa scripting.Urungkan pengeditan

        


5. Adobe Illustrator
       Adobe Illustrator adalah editor grafis vektor yang dikembangkan dan dipasarkan oleh Adobe Systems. Illustrator mirip dalam ruang lingkup, pasar yang dituju, dan fungsionalitas untuk pesaingnya, CorelDraw, Xara Designer Pro dan Macromedia FreeHand . Versi terbaru, Illustrator CS6, adalah generasi keenam belas di lini produk.

        sumber : disini

Continue Reading »


6 Tips Belajar Desain Secara Otodidak

Semua skill yang saya miliki saat ini hampir seluruhnya diperoleh secara otodidak. Semua saya peroleh dari halaman internet, video tutorial, dan sebagian lagi dari buku. Ini menggoda saya untuk berbagi pengalaman dalam belajar secara otodidak. Berikut adalah beberapa tips yang akan membantu Anda ketika belajar sendirian.

1. Kenali cara belajar Anda.

Inilah bagian tersulit dari belajar otodidak, mengenali cara belajar. Perlu disadari bahwa cara belajar setiap orang berbeda. Sebagian orang mungkin lebih suka belajar teori baru kemudian mengikuti tutorial. Sebagian lain mungkin akan melewatkan teori dan langsung pada praktek. Sebagian mungkin lebih nyaman dengan membaca studi kasus dari sebuah projek.
Kenali juga media belajar yang cocok buat Anda. Apakah Anda lebih suka belajar lewat video, tutorial tertulis, atau mungkin lewat buku? Apakah Anda lebih nyaman dengan pembahasan yang detail atau yang sifatnya teknis, langsung praktek?
Jadi, bagaimana cara mengenali cara belajar kita sendiri? Silakan bereksperimen dengan mencoba semua cara lalu evaluasi hasilnya. Langkah ini mungkin membutuhkan waktu lama, tapi setelah ini dikuasai, proses belajar Anda akan lebih mudah.

2. Cari guru terbaik.

Belajar sendiri artinya Anda memiliki sedikit bahkan tidak ada kesempatan untuk bertanya. Cara terbaik adalah menghindari kondisi yang memungkinkan ini terjadi. Usahakan Anda belajar dari guru-guru terbaik yang bisa mengajarkan dengan mudah dan jelas.
Jangan belajar dari pemula! Pengetahuannya yang terbatas mungkin malah menyeret Anda ke teknik-teknik yang sebetulnya tidak praktis atau malah tidak berguna. Lebih baik belajar langsung dari para ahli yang sudah berpengalaman di bidangnya.
Mencari seorang ahli tidak sesulit kedengarannya. Di internet, mereka akan ada di situs-situs besar. Di buku, mereka bisa ditemukan di penerbit-penerbit terkemuka. Mudah bukan?

3. Mulai dengan garis besar baru menuju detail

Di kelas, Anda belajar dengan panduan kurikulum. Materi belajar dimulai dari tingkat awal dan berangsur-angsur makin tinggi. Ketika belajar otodidak, kita mengatur sendiri apa yang akan dipelajari. Sebaiknya mulailah dengan mempelajari garis besar untuk memahami peran setiap materi.
Misalnya Anda ingin belajar mendesain theme wordpress. Secara garis besar, biasanya desain theme dimulai dari desain mockup di Photoshop, konversi ke html/css, baru konversi ke theme dengan php dan codex wordpress. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah memahami teknik dasar Photoshop, html dan css, baru php dan codex wordpress. Dengan memahami alur ini, proses belajar akan lebih terarah dan tentunya menghemat waktu.

4. Jangan banyak bertanya, gunakan Google!

Di internet ada banyak orang yang baik hati. Mereka menulis tutorial gratis, artikel gratis, software gratis, buku gratis, dan banyak lagi. Itu dilakukan karena memang mereka bisa dan mereka mau. Ini bukan berarti bahwa Anda bisa begitu saja menyuruh mereka. Biasakan untuk selalu mencari solusi permasalahan Anda sendiri.
Jika ada masalah ketika belajar, mulailah dengan mencari pertanyaannya di Google. Mudah saja, tinggal tuliskan pertanyaannya. Database wordpress rusak, tulis saja “restore database wordpress rusak”. Mau mengubah nomor chapter di InDesign, tulis saja “changing chapter number in InDesign”. Saya jamin Anda akan memperoleh banyak link.

5. Bergabung dengan komunitas

Komunitas yang baik biasanya aktif jika ada diskusi baru. Sebelum bertanya, pastikan Anda telah mencari di arsip lama. Menanyakan pertanyaan yang sudah ada bisa jadi membuat Anda dianggap spammer. Biasakan juga untuk ikut aktif berdiskusi di pertanyaan-pertanyaan. Ingat bahwa tujuan forum adalah sharing, bukan untuk kita pribadi.

6. Hindari pengalih perhatian

Perhatikan apa saja faktor yang bisa mengganggu proses belajar Anda. Faktor ini mungkin saja facebook, twitter, email, atau orang-orang di sekitar Anda. Jika Anda harus sendirian, silakan pindah ke kamar tertutup, yang penting tidak ke kamar tidur.

sumber artikel : http://desaindigital.com/6-tips-belajar-desain-secara-otodidak/

Continue Reading »


6 alasan Pentingnya Desain Cover Sebuah Buku


novels
Pentingnya desain cover suatu buku memang tidak terlalu penting bagi orang-orang yang bekerja diluar bidang desain grafis. Tentunya mereka berpikir bahwa mereka telah bekerja keras pada naskahnya. Mereka pun berpikir bahwa inti dalam membeli buku adalah isinya, bukan desain cover nya.
Tetapi, apakah Anda pernah berpikir bahwa desain cover termasuk hal yang sangat penting dalam penjualan buku?. Semakin menarik sebuah desain cover buku, maka itu membuat orang tertarik untuk meiliriknya, memegangnya kemudian melihat sinopsisnya. Dapat dikatakan bahwa desain cover buku adalah pandangan pertamanya para pelanggan yang hendak membeli buku. Memang banyak sekali orang yang mengatakan “Don’t Judge A Book With Their Covers”, tetapi dalam kenyataannya, orang-orang melihat buku dari desain covernya. Inilah 6 alasan mengapa desain cover sebuah buku sangat penting.
1.     Anda dapat menampilkan buku Anda di toko, atau online. Tanpa itu Anda hanya memiliki halaman judul.
pub_dracula_01
Tentunya Anda tidak ingin bukan buku Anda hanya tulisan besar ditengah kertas putih? Tentunya jarang sekali toko yang mengizinkan buku Anda yang desain covernya seperti itu. Selain tidak menarik, hal itu seperti buku yang dikerjakan ala kadarnya.
2.     Anda dapat membiarkan orang tahu apa genre buku Anda.
Dengan adanya desain cover, Anda dapat mendesain tema sesuai dengan jenis buku Anda. misalnya, jika jenis buku Anda kartun dan spesialisasi ditunjukan kepada anak-anak, Anda dapat membuat sedikit kartun dengan gambar yang menarik.
3.     Anda dapat menampilkan gambar yang penting untuk buku, untuk misalnya: Sebuah karakter, tempat, obyek.
goodvsbad
Sebagai contoh. Jika judul buku Anda “Ayunan Kecilku”, Anda dapat menampilkan gampar ayunan di halaman rumah sebagai desain covernya. Itu akan membuat buku Anda lebih hidup dan menarik.
4.     Anda dapat menonjol di antara pesaing Anda.
Semakin bagus desain cover Anda, tentunya pelanggan akan lebih memilih buku Anda daripada pesaing Anda.
5.     Ini adalah tampilan profesionalisme.
Desain cover sebuah buku membuat Anda lebih professional. Karena Anda mempertimbangkan segala aspek dalam pembuatan buku. Tidak hanya segi naskah, tetapi juga segi desain grafisnya.
6.     Hal ini dapat menyampaikan rasa cerita, misalnya: apakah aneh, sedih, ceria, atau gelap?
Jika Anda menceritakan sebuah kisah percintaan, dan cerita tersebut berakhir dengan akhir yang bahagia, Anda bisa menggambarkannya ke dalam desain cover buku Anda. Seperti menunjukkan keceriaan melalui warna dan gambar pilihan. Itu akan membuat pelanggan menebak – nebak apakah yang ada didalam buku tersebut.

Sebagai penerbit dari buku Anda sendiri, tentunya Anda memiliki keuntungan. Anda dapat memiliki suara dalam bagaimana desain cover Anda, dari awal sampai akhir. Anda bisa memberikan stempel persetujuan Anda di atasnya. Jika anda menggunakan penerbitan lain, anda harus berani mengatakan pendapat anda, karena ada banyak contoh penulis yang membenci desain cover buku mereka. Ini juga berarti itu tanggung jawab Anda untuk menyetujui sebuah buku menutupi / membuat desain cover buku yang Anda merasa benar-benar mencerminkan cerita Anda. Anda memiliki banyak hal untuk dipertimbangkan, dan saat pembaca akan mengambil buku Anda adalah setengah pertempuran!

Desain Cover buku Anda sama pentingnya dengan uraian dan judul buku Anda. Jadi, jangan pernah menyepelekan desain cover buku Anda. Mulailah mencari ide untuk desain cover buku Anda, kemudian cobalah menggambarkannya dan menjadikannya nyata.

Continue Reading »


10 Karya Seniman Grafis Indonesia Terbaik

Setelah browsing dan mencari Karya Seniman Grafis Indonesia dan saya menemukan sebuah posting keren ini : http://richardfang.com/10-karya-seniman-grafis-indonesia-terbaik/

Siapa bilang seniman grafis lokal jarang yang berkualitas?

Setelah beberapa hari menelusuri kembali DeviantArt, saya menemukan beberapa karya yang menarik dan menghibur. Memang tidak saya kategori kan kedalam sub yang lebih spesifik, seperti misalnya khusus digital art atau painting karena menurut saya yang penting itu hasil akhirnya, bukan kepada kategori nya. So tanpa basa basi lagi silakan menikmati!
Duel by 29pro
Duel by 29pro
Global Warming by pepey
Global Warming by pepey
Battle Angel by TraceLandVectorie03
Battle Angel by TraceLandVectorie03
Redemption and Salvation by carment
Redemption and Salvation by carment
Monopoly by Keledai
Monopoly by Keledai
LOVE by Southtreez
LOVE by Southtreez
Black by Astronautsboy
Black by Astronautsboy
Hide by nadydesign
Hide by nadydesign
Mandala of Kalachandra by Ngupi
Mandala of Kalachandra by Ngupi
Tarim is Back by lulumakanbolu
Tarim is Back by lulumakanbolu

Continue Reading »


Tokoh Desain Grafis Indonesia


Desainer grafis Indonesia menguasai dunia! Fakta itu lah yang terjadi dan selama ini tidak banyak diketahui sebagian besar masyarakat.

Para profesional di bidang tersebut bukan hanya secara kuantitas menunjukkan dominasinya, tapi juga telah membuktikankualitasnya. Merekatelah menunjukkan peran penting terhadap lahirnya karya-karya kelas dunia mulai dari logo perusahaan, komik, animasi hingga film kelas box office.

Berdasarkan data 99designs.com, laman pasar desain grafis terbesar di dunia yang bermarkas di Amerika Serikat (AS), saat ini tercatat lebih dari 225 ribu desainer dari 192 negara yang menjadi anggota. Yang mengejutkan, sekira 17 ribu di antaranya berasal dari Indonesia. Jumlah ini telah melewati Filipina yang selama ini mendominasi. Jason Aiken, Community Director 99designs, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, 4.000 orang di antaranya telah memenangi kontes desain di situs 99designs.

"Indonesia memiliki kemampuan besar pada sumber daya potensial di dunia desain grafis. Setiap tahun muncul desainer-desainer yang siap bersaing di dunia internasional," ujar Aiken, saat melakukan roadshow 99designs di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Lebih jauh dia membeberkan, sejak situs yang digawanginya berdiri pada 2008, pihaknya telah membayar lebih dari USD10 juta kepada desainer dari Indonesia dan Filipina. Angka ini lebih besar dari yang pernah dibayarkan 99designs kepada komunitas desain dari negara lain. "Secara total, kami membayar lebih dari USD54 juta kepada komunitas desainer di dunia," ucapnya.

Di antara desainer grafis asal Indonesia yang sudah menancapkan tajinya di pasar industri kreatif tersebut, terdapat sejumlah nama yang mengemuka seperti Danton Sihombing, Yolanda Santosa, Lucia C Dambies, Henricus Kusbiantoro, Melissa Sunjaya, dan Christiawan Lie. Danton Sihombing yang menyandang gelar master bidang desain grafis dari Savannah College of Arts and Design (SCAD), Georgia, AS pernah berkarya di sejumlah perusahaan dunia seperti Allied Graphic Arts (AGA), New York City.

Dia juga dikenal sebagai salah satu sosok yang berkontribusi besar pada proyek prestisius revitalisasi brand Marks & Spencer dan Nascar. "Keterlibatan saya dalam berbagai proyek besar merupakan bagian dari pekerjaan yang sudah ditentukan perusahaan tempat saya dulu bekerja. Berbagai pengalaman menimbulkan kepercayaan diri untuk hadir dalam pentas dunia," ujar Danton yang memulai karier sebagai desainer grafis profesional sejak 1990. Berbicara kisah sukses desainer grafis Indonesia di tingkat dunia, rasanya kurang pas jika tidak menyebut nama Yolanda Santosa.

Perempuan yang biasa dipanggil dengan sapaan Yo ini adalah sosok yang punya kontribusi pada sejumlah film layar lebar seperti 300, The Hulk, An Inconvenient Truth, The Shaggy Dog, Herbie Fully Loaded, Catwoman. Dia juga menjadi sosok penting pada sejumlah serial televisi, diantaranya Desperate Housewives, Ugly Betty, The Triangle, Into the West, Tarzan, dan Weeds. Yo dikenal sebagai talenta muda Indonesia yang sukses di bidang branding & motion graphic di Negeri Paman Sam. Lewat perusahaannya, Ferroconcrete, Yo bahkan sukses mendesain sejumlah film box office.

Stasiun televisi ABC, CNN, Paramount Pictures, Pinkberry, Sci Fi Channel, Showtime, Sony, Universal Pictures, Walt Disney Pictures, Warner Bros Pictures, dan 20th Century Fox merupakan deretan klien perempuan yang mengagumi pendiri Apple, Steve Jobs, ini. Lucia C Dambies atau yang kerap disapa dengan panggilan Loucee tak kalah berkilap. Sejak di bangku SMP dia bercita- cita menjadi desainer grafis.

Jebolan Desain Komunikasi Visual, FSRD, ITB pada 1999 dengan predikat cumlaude ini sempat bekerja paruh waktu di studio desain grafis legendaris Chermayeff & Geismar dan perusahaan branding Wolff Olins. Atas karyanya, Loucee yang mengambil master di Program Studi Visual Communication Designdi Pratt Institute, New York City, ini pernah meraih penghargaan Circle Award for Academic Outstanding Achievement dari Pratt Institute. Loucee yang menikah dengan peneliti kimia berkebangsaan Prancis kini menetap di Newcastle Upon Tyne, Inggris.

Di kota ini dia bekerja sebagai head designer di WhartonBradley Mack, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang internet marketing specialist. Bicara dunia desain grafis, kurang tepat tanpa membicarakan Henricus Kusbiantoro. Maklum, Henricus merupakan salah satu desainer grafis top Indonesia. Bagaimana tidak, namanya sangat terkait erat dengan Landor, perusahaan pionir dan terkemuka sebagai konsultan merek dan logo yang berpusat di San Fransisco, AS.

Henricus merupakan salah seorang art director di Landor. Lulusan desain grafis dan seni rupa ITB ini telah menghasilkan banyak logo kelas dunia. Pria asal Bandung yang sejak kecil senang menggambar dan tergila-gila dengan ilustrasi pewayangan ini setelah lulus dari ITB melanjutkan pendidikan di Pratt Institute, Brooklyn, New York dan lulus pada 2000 dengan predikat highest achievement. Setelah itu dia bergabung dengan Wolff Olins, konsultan merek inovatif dan kontroversial asal Inggris dan langsung terlibat dalam revitalisasi menyeluruh merek General Electric (GE) pada 2004.

Melissa Sunjaya juga sukses mencatatkan prestasi di level global. WanitakelahiranJakarta, 1974, ini pernah berkiprah di beberapa studio desain grafis terkemuka di California seperti CMg Design Inc, Ph.D, dan Siegel & Gale Los Angeles. Setelah belajar desain grafis di Universitas Trisakti, dia melanjutkan studi di Art Center di Swiss dan California. Setelah itu dia banyak terlibat dalam berbagai proyek branding korporasi seperti Fox Twentieth Century, 29Palms, GeanGardner Photography, dan Mark Hanauer Photography.

Lain lagi dengan Christiawan Lie. Pria kelahiran Bandung, 5 September 1974, ini berhasil menembus industri komik mainstream AS. Chris telah menghasilkan 40 komik yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dan 25 tokoh karakter komik. Komik karyanya yang sudah diterbitkan di AS di antaranya 6 buku GI Joe Sigma 6, GI Joe Arashikage Showdown (GN/graphic novel), Return to Labyrinth (GN) volume 1, Josie & The Pussycats-short stories (12 buku), Dungeon and Dragons: Eberron volume 1. Dia juga berkolaborasi dengan John Rogers, penulis cerita Transformer: The Movie.

Kiprah sejumlah desainer grafis Indonesia itu membuktikan bahwa kualitas mereka sangat mumpuni di dunia. Karena itu, penulis buku desain grafis Surianto Rustan mengatakan, potensi dan kreativitas anak Indonesia sangat besar. Sayangnya, mereka punya kendala yang sangat mendasar, yaitu kurang percaya diri dan minim kemampuan komunikasi internasional.

"Hanya sedikit yang bisa berbicara di dunia internasional. Seakan ada tembok yang membatasi, salah satunya disebabkan komunikasi. Apalagi berbagai eventinternasional sangat jarang diadakan di Indonesia,” kata penulis buku HURUFONTIPOGRAFI ini. (Islahuddin/Yani A) sumber :http://kampus.okezone.com/read/2013/06/16/373/822674/indonesia-raja-desainer-grafis-dunia

Continue Reading »