Selamat datang di Blog Sakura Martania Creative Design

All Story From Blog

Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Kontes Desain (Spec Work) Buruk Bagi Desain

NOTE: Artikel ini cukup panjang. Sebelum berkomentar, saya harapkan Anda membaca artikel ini terlebih dahulu. Di akhir artikel, saya juga menuliskan beberapa link yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Topik Spec Work memang cukup kontroversial. Sebagian menolak keras sementara yang lain menyambutnya dengan gembira. Di artikel ini, saya akan menyajikan beberapa argumen kenapa Spec Work buruk bagi desainer dan harus Anda hindari.

Apa itu Kontes Desain atau Spec Work?
Spec adalah singkatan dari speculation atau spekulasi. Spec Work berarti bekerja dengan kemungkinan dibayar. Tentu saja, ini berarti ada kemungkinan Anda tidak akan dibayar. Dari definisi saja Spec Work sudah terlihat tidak masuk akal. Maukah Anda bekerja dengan kemungkinan dibayar? Saya yakin tidak. Di Indonesia, Spec Work lebih dikenal sebagai Kontes Desain. Sebetulnya kontes desain adalah sebagian dari Spec Work. Oleh karena itu, dalam artikel ini saya akan menggunakan istilah asli, Spec Work.
Berikut adalah skenario Spec Work yang sering ditemukan:
1.    Perusahaan mengumumkan bahwa mereka membutuhkan logo baru. Semua desainer diundang untuk mengirimkan logo dan yang terbaik akan dipilih sebagai pemenang dan dibayar.
2.    Situs kompetisi desain membuka peluang bagi perusahaan untuk mengumumkan projek yang dibutuhkannya, anggota komunitas situs akan mengirimkan mengirimkan karya terbaiknya. Selanjutnya pihak perusahaan akan memilih entri terbaik dan pemenangnya akan dibayar.
3.    Seseorang membutuhkan pekerja, untuk proses ini dia merekrut beberapa desainer melalui kontes. Setiap desainer diharuskan melakukan pekerjaan tertentu secara gratis lalu yang terbaik akan dia pilih.
4.    Dalam surat kontrak, klien memasukkan syarat yang memperbolehkannya meminta desainer melakukan pekerjaan tambahan. Syarat tambahan ini tidak dijelaskan secara detail dan bisa multi tafsir.
5.    Seseorang mengontak desainer dan berniat menyewanya. Namun, untuk memastikan bahwa desainer ini bisa bekerja sesuai harapannya, dia meminta desainer untuk melakukan sedikit pekerjaan gratis.
Faktanya, Spec Work tetap muncul subur. Situs-situs penyelenggara kontes desain seperti 99designs dancrowdSpring tidak pernah kekurangan klien atau desainer. Alasannya sederhana, harga murah. Melalui kontes desain, perusahaan bisa memperoleh puluhan bahkan ratusan alternatif logo hanya untuk $50. Padahal, pasaran logo minimal $200, harga itu untuk satu desainer.
Desain Bukan Komoditas Tetapi Ide
Satu hal dasar yang sering dilupakan adalah desain bukan komoditas. Desain bukan barang yang bisa begitu saja dikeluarkan. Desain sebetulnya berupa ide dan sekali terpapar keluar, sangat rawan diduplikasi. Dalam kontes desain, kita diminta menyerahkan ide final begitu saja. Ini resiko besar karena tidak ada kepastian bahwa ide kita aman di tangan penyelenggara. Sering kali, penyelenggara kontes tidak menyebutkan secara pasti apa yang akan mereka lakukan dengan entri desain yang diterima. Dalam beberapa kasus, penyelenggara bahkan berani mengklaim bahwa semua entri yang diterima menjadi milik mereka.
Berbeda dengan produk, Anda bisa saja mengeluarkan produk yang akan dijual. Walaupun orang lain bisa melihatnya, perlu waktu untuk menduplikasinya. Ide desain bisa saja dengan mudah diduplikasi. Anda bisa meniru logo Pepsi hanya dalam 10 menit, bandingkan dengan proses desain logo Pepsi yang menghabiskan 1 juta dollar.
Contoh Buruk Spec Work
Berikut adalah beberapa contoh buruk tentang Spec Work:
1.    Lomba Desain Logo dan Desain Stiker UM 2010. Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan lomba desain logo dan stiker. Dalam ketentuannya disebutkan semua karya yang masuk (tidak harus menang) otomatis menjadi milik panitia.
2.    Lomba Kompetisi Desain Logo Pilkada Wonosobo Indonesia 2010. Dalam ketentuan teknis disebutkan “Karya yang sudah masuk tidak dikembalikan dan menjadi hak milik KPU Kabupaten Wonosobo.”
3.    Lomba Desain Logo Mass Rapid Transit Jakarta. Dalam ketentuan lomba tertulis “Keputusan dewan juri adalah mutlak, dan dewan juri berhak untuk membatalkan keseluruhan proses penjurian apabila seluruh karya yang masuk tidak sesuai dengan yang diharapkan.” Kontes dapat dibatalkan jika hasilnya dianggap tidak sesuai harapan, ini berarti ketidakpastian bagi desainer.
4.    Spec Watch melaporkan salah satu kontestan logo di 99designs menggunakan resource vektor gratis. Di crowdSpring, pemenang kontes menggunakan resource vektor yang sama tanpa diedit sama sekali.
5.    David Airey menyebutkan penemuannya tentang desainer di bawah umur di 99designs. Padahal, 99designs mengklaim sebagai tempat berkumpulnya desainer professional dengan harga terjangkau.
6.    Pemenang kontes logo di crowdSpring menggunakan ikon dari iStockphoto. Padahal, iStockpoto melarang penggunaan karyanya dalam logo. Yang membuat lebih rumit, ikon itu tidak dibeli dari iStockphoto tapi hasilcopy dari preview-nya dan masih mengandung trademark.
7.    Projek logo ditarik setelah memperoleh 21 karya. Projek ini dihargai $199.
Untuk info lebih lengkap tentang praktik buruk Spec Work, Anda bisa melihatnya di twitter @specwatch.
Alasan untuk tidak mengikuti Spec Work
Saya tegaskan sekali lagi bahwa Spec Work tidak baik untuk bisnis desain. Berikut adalah beberapa alasan untuk tidak mengikuti Spec Work:
1. Tidak ada Kepastian
Sukarelawan bekerja tanpa mengharapkan imbalan. Mereka meyakini bahwa apa yang mereka lakukan adalah kebaikan. Yang harus kita perhatikan adalah, desainer dalam kasus Spec Work bukan sukarelawan tapi korban. Kita kembali lagi ke pertanyaan sederhana, maukah Anda bekerja tanpa kepastian akan dibayar? Saya tidak bisa membayangkan seorangpun yang akan menjawab ya. Coba bandingkan dengan standar kerja normal, desainer biasanya baru akan bekerja setelah menerima 50% pembayaran di muka.
2. Banyak Persaingan
Persaingan memang bagus karena memaksa kita untuk meningkatkan skill. Tapi ini tidak berarti kita perlu memperberat kondisi dengan mencari persaingan yang tidak perlu. Setiap hari, secara tidak langsung kita juga bersaing dengan desainer lain. Desainer harus selalu mencari informasi baru, aktif di jejaring sosial, meningkatkanskill, dan mempromosikan portfolio. Berkompetisi melalui kontes hanyalah menambah beban yang tidak perlu.
3. Berpotensi Menurunkan Kualitas
Adanya persaingan membuat proses kerja tidak nyaman. Dalam kerjanya, desainer tidak begitu saja lompat ke Photoshop dan mendesain. Sebelumnya diperlukan riset untuk memperoleh hasil terbaik. Proses riset ini tidak mudah, bisa jadi dibutuhkan waktu lama untuk memperoleh hasil yang sesuai harapan. Bagaimana desainer bisa melakukan risetnya dengan tenang sementara tidak ada kepastian bahwa dia akan dibayar untuk itu? Bagaimana desainer bisa bekerja dengan tenang jika dibayangi oleh pikiran bahwa siapa pun bisa dengan mudah merebut projeknya?
4. Berpotensi Pada Praktek Tidak Sehat
Tidak adanya kepastian dan banyaknya persaingan tidak mendukung desainer untuk bekerja secara optimal. Kondisi ini membuat sebagian desainer mengambil cara mudah dengan menjiplak karya lain atau menggunakan resource jadi. Akhirnya, besar kemungkinan desain yang dihasilkannya tidaklah unik. Padahal keunikan adalah salah satu hal yang membuat sebuah desain istimewa.
5. Menjatuhkan Pasaran
Lagi-lagi masalahnya adalah persaingan. Spec Work sering kali menarik minat para desainer pemula yang portfolionya tidak cukup bagus untuk menarik minat klien potensial. Desainer pemula semacam ini sering kali menjatuhkan harga karena menyadari bahwa mereka tidak bisa bersaing dengan harga normal. Secara umum, tindakan ini akan menjatuhkan pasaran desain. Sayangnya, banyak pihak yang tidak menyadari bahwa desain itu mahal. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan –harga software, investasi pendidikan, waktu yang dihabiskan untuk mempelajari skill desain, kebutuhan desainer– bukan sekadar proses desain di depan komputer.
Alternatif Spec Work Bagi Desainer Pemula: Bekerja Pro Bono
Spec Work sering difavoritkan desainer pemula dengan alasan untuk mencari pengalaman dan membangun portfolio. Desainer pemula memang lebih sulit untuk memperoleh klien. Klien, terutama klien besar, akan memilih menghabiskan lebih banyak dana untuk desainer handal daripada mengambil resiko dengan desainer pemula.
Contoh termudah misalnya dalam desain buku. Buku biasanya dicetak di atas 2.000 buah. Seandainya ada kesalahan desain, maka ada 2.000 buku yang gagal. Ini biaya yang sangat besar. Jika Anda ingin diterima sebagai desainer buku, skill InDesign dan ijazah saja dijamin tidak akan cukup. Klien pasti menginginkan desainer yang sudah berpengalaman, yang memiliki bukti bahwa desainnya sukses dicetak.
Jika Anda di posisi desainer tadi, maka cara terbaik adalah dengan bekerja pro bono. Pro bono maksudnya bekerja gratis dengan tujuan mulia. Dalam kasus desainer buku, Anda bisa mencari LSM non-profit lokal yang ingin menerbitkan buku dan menawarkan jasa desain secara gratis. Lewat proyek ini, Anda akan memperoleh pengalaman dan sekaligus membangun portfolio. Siapa tahu, LSM ini bisa jadi akan merekomendasikan Anda pada rekannya yang lain. Jika terjadi, ada point tambahan yang Anda peroleh, membangun jaringan.
Pekerjaan Pro Bono yang paling mengesankan bagi saya adalah mendesain buku. Saat ini, semua buku saya diElex Media Komputindo didesain sendiri. Elex tidak membayar desain saya, namun saya memperoleh pengalaman yang jauh lebih besar. Semua keahlian InDesign yang saya pelajari dicetak dalam lebih dari 8.000 buku! Saya bereksperimen dengan berbagai jenis desain dan tidak mengeluarkan sedikit pun biaya cetak. Dengan harga per buku minimal Rp. 80.000, saya memperoleh kepercayaan mengelola projek senilai lebih dari 640 juta!
Kerugian Bagi Perusahaan yang Menjalankan Spec Work
Perusahaan seharusnya menghindari kontes desain. Kontes desain sering kali menarik minat desainer pemula yang kualitasnya masih diragukan. Perusahaan seharusnya memiliki kontrol penuh terhadap hasil yang akan dia peroleh, caranya dengan menyewa desainer professional. Desainer professional bisa dilihat dari kualitas portfolionya. Desainer professional jelas memiliki skill dan pengalaman lebih luas. Sesuai namanya, mereka bekerja secara professional. Mereka akan mampu menggabungkan filosofi perusahaan ke dalam desainnya.
Dengan melakukan kontes desain, perusahaan melepaskan kontrol terhadap kualitas desainer dan desain yang diperoleh. Perusahaan tidak bisa memilih logo yang baik hanya dari satu gambar saja. Perusahaan harus melihat hasil karya lain desainer dari portfolionya untuk memastikan kualitas desain. Bagaimana jika di kemudian hari ada perubahan konsep? Bagaimana jika perusahaan berkembang ke sektor lain. Sanggupkah desainer pemenang mengadaptasi itu semua?
Pilihan paling logis adalah menggunakan jasa desainer professional. Memang tidak murah, namun kualitasnya pasti jauh lebih meyakinkan. Bagaimana dengan perusahaan kecil yang tidak memiliki cukup budget untuk menyewa desainer handal? Solusinya adalah dengan langsung mencari desainer yang bisa bekerja sesuai dengan budget. Perhatikan portfolio-nya, jika dirasa sanggup memberikan hasil yang memuaskan maka sewa secara langsung. Dengan cara ini, perusahaan bisa secara langsung memberikan masukan pada desainer dan mengawasi proses desain secara keseluruhan. Saya yakin masukan ini lebih baik daripada sekadar beberapa paragraf di dalam penjelasan kontes.
Menjalankan Kontes Desain Tanpa Spec Work
Perlu ditegaskan bahwa saya tidak dalam posisi menolak sama sekali kontes desain. Kontes desain tidak selamanya terkategorikan Spec WorkNo!Spec membahas beberapa kriteria yang menjadikan sebuah kontes desain terkategorikan Spec Work.
1.    Apakah desainer dibayar setara dengan proses kerja normal di bawah kontrak?
2.    Apakah desainer dibayar setara dengan keahliannya?
3.    Apakah semua file dan lisensinya dikembalikan sesuai dengan persetujuan desainer, terutama bagi yang kalah?
Jika jawaban untuk semua pertanyaan di atas adalah tidak, maka kontes itu terkategorikan Spec Work dan saya sarankan Anda menghindarinya.
Kesimpulan
Jika Anda desainer pemula, saran terbaik saya adalah mulailah dengan membangun jaringan. Jika Anda memiliki desain berkualitas tinggi, sumbangkan saja ke situs besar. Situs desain semacam Psdtuts+NaldzGraphics, danWeGraphics akan senang jika menerima desain berkualitas apalagi gratis. Walaupun tidak dibayar, Anda akan terekspos ke hadapan ribuan pembacanya. Sebagian di antaranya, bisa jadi merupakan klien potensial.
Jangan dulu berharap menerima dollar. Segala sesuatu ada waktu dan tahapannya. Langkah pertama bagi desainer pemula adalah meningkatkan kualitas, networking, dan membangun citra (branding). Jika Anda sudah dikenal sebagai desainer berkualitas, pasti mereka akan mendatangi Anda.
Referensi
Berikut adalah beberapa referensi dari para pendukung dan penolak Spec Work:
Penolak Spec Work
·         FAQ About Spec Work
·         It’s OK to be grey
·         Spec work in the internet age
·         Spec Can Be Beaten
·         Don’t design on spec
·         28 talking points
·         Why Design Contests Are Bad
Pendukung Spec Work
·         No-spec vs Spec
Giliran Anda berbicara
Anda sudah membaca argumen saya di atas, sekarang giliran Anda untuk berpendapat. Bagaimana menurut Anda tentang Spec Work?


Continue Reading »


KREATIFITAS ?

Desain grafis adalah salah satu bidang yang tercakup kedalam industri kreatif. Disebut "kreatif" karena desainer grafis dituntut untuk mencari solusi dan menemukan ide-ide yang tepat untuk memecahkan masalah. Lalu, apa itu "kreatifitas"!? Bagaimana yang disebut dengan orang-orang kreatif!? Pada Artikel ini, kita akan menguraikan lebih jauh tentang apa itu kreatifitas, ciri-cirinya, dan bagaimana proses untuk menciptakan ide-ide yang kreatif.



Jadi, Apa itu Kreatifitas?

Kreatifitas adalah kemampuan untuk membayangkan atau menciptakan sesuatu yang baru dan lain dari pada yang lain. "baru" disini bukan berarti sama sekali baru, tapi mungkin ide-ide yang telah ada sebelumnya diolah, digabungkan, diubah, dan dikembangkan kedalam suatu gaya baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Saya jadi kembali teringat kepada kutipan menarik dari Albert Einsten :


"Rahasia dari kreatifitas adalah mengetahui bagaimana menyembunyikan sumber yang kamu dapatkan"

Kutipan tersebut secara tidak langsung mengatakan bahwa tidak ada yang baru yang bisa ditemukan oleh manusia, hanya Tuhan yang bisa melakukan itu. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk peniru dan selalu terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Begitu juga halnya dengan kreatifitas, yang tidak lain hanyalah penggabungan dan pengembangan segala sesuatu yang telah ada sebelumnya.

Jadi, Apa itu Kreatifitas

Percaya atau tidak, setiap orang dilahirkan dengan kemampuan untuk berkreasi dan menjadi kreatif. Namun beberapa faktor seperti lingkungan, aturan, dan kebiasaan cenderung mengubah prilaku kita untuk hidup terlalu serius dan berada di dalam tekanan. Sedangkan kreatifitas adalah sesuatu yang membutuhkan ruang dan waktu yang cukup untuk bisa diwujudkan.


Ciri dari Kreatifitas

Orang-orang kreatif terbuka untuk perubahan dalam hidup. Mereka biasanya sangat penasaran dan menghabiskan banyak waktu untuk mencoba berbagai ide dan kemungkinan. Orang yang kreatif percaya bahwa "dunia ini baru setengah jadi", dan sisanya adalah tugas mereka untuk menemukan dan mengembangkannya, dan kegagalan hanyalah sebuah proses yang harus dilalui untuk mencapai tujuan.

Jadi, Apa itu Kreatifitas


Kreatifitas adalah Proses dan Kerja Keras

Apakah kamu adalah salah satu tipe orang yang mencari inspirasi dan ide kreatif dengan nongkrong lama di toilet!? Kalau begitu kita sama! :D Tidak salah memang, situasi tertentu kadang bekerja cukup ampuh dalam mentransfer ide kreatif ke dalam imajinasi kita. Tapi kreatifitas adalah sesuatu yang membutuhkan proses. Orang kreatif terus menerus berusaha menigkatkan imajinasi melalui rangkaian eksperimen yang terkadang tersandung oleh banyak liku-liku yang biasa dikenal dengan kegagalan.

Kreatifitas juga membutuhkan waktu untuk diwujudkan. Pernahkan kamu mendengar kalimat "Ide muncul tiba-tiba"? Sebenarnya itu bukanlah ide yang selintas muncul tanpa sebab dan alasan. Ide tersebut berasal dari pengalaman tentang apapun yang kita lihat, dengar, rasakan dan dimunculkan kembali dalam rentang waktu yang tidak terduga. Sehingga, seolah-olah ide tersebut muncul dan hinggap di pikiran dengan tiba-tiba.


Jadi, Apa itu Kreatifitas?

silahkan share dengan yang lain melalui kolom komentar! :)

Tetap update informasi, tips, da - See more at: http://www.desainstudio.com/2010/10/jadi-apa-itu-kreatifitas.html#more

Continue Reading »


Syarat dasar menjadi Desaine




Menjadi desainer itu mudah tidak sulit asalkan tekun belajar pasti akan bisa  tapi  banyak orang yang menyangka seorang yang mampu desain adalah orang yang memiliki suatu bakat gambar alami yang ia dapat sejak lahir hal ini  membuat kamu menyerah putus asa karena tidak mampu untuk mengambar namun menurut saya si TIDAK BENAR soal nya semua orang dapat mempelajari seni siapapun itu mau laki atau perempuan karena manusia sejak di lahir kan sudah mampu untuk berimaginasi , kita beri contoh kecil nya saja, mungkin sebagian kita sejak kecil suka sekali mengikat sarung ke leher agar tampak seperti jubah super hero, mungkin kita juga sering melakukan terbang mengunakan sapu lidi agar tampak seperti herry potter , Sejak SD mungkin teman juga sering mengambarkan pemandangan gunung di pelajaran seni rupa.dan mungkin masih banyak lagi bahwasanya kita mampu untuk berimaginasi , ber imaginasi tidak mesti di realisasikan memalui gambar doank tapi bisa lewat dari perantara apapun seperti contoh kecil nya tulisan sastra atau hal kreatif lain nya yang kamu buat sendiri

Kalau teman sudah mampu untuk berimaginasi maka timbulah cara pikir kreatif atau inovasi setelah sudah mengenal nya nama nya seni maka cara kerja atau pola pikir teman sudah begitu rapi dan artistic. Jadi inti nya semua orang dapat menjadi desainer  apabila di pelajari dengan tekun mungkin dalam waktu singkat teman dapat menguasai nya namun sebelum itu dalam post ini saya hanya memberikan berupa teori nya saja dalam desain yang mungkin sudah saya post sebelum nya . berikut ini adalah hal – hal apa saja yang perlu di ketahui oleh seorang desainer 

1. Nirmana

Nirmana adalah ilmu yang mempelajari tentang elemen-elemen desain grafis beserta prinsip-prinsip desain grafis. Didalamnya kita akan mempelajari tentang garis, bentuk, ruang, tekstur, warna dan lain sebagainya [..]

2. Typografi

Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai lambang bunyi bisa diabaikan [..]

3. Pewarnaan

Pewarnaan penting bagi pencitraan hasil karya desin grafis, karena dengan warna seseorangan akan memahami estetika dari gambar yang kita buat. Warna masuk dalam ilmu nirmana tetapi sebegitu pentingnya sehingga pewarnaan saya buat point tersendiri. [..]

4. Software

Software adalah pendukung dari apa yang bisa Anda hasilkan, dilihat dari bidangnya software desain terbagi menjadi dua sofware pengolah grafis 2 dimensi dan pengolah grafis tiga dimensi. Menurut medianya terbagi menjadi tiga, yaitu media cetak, digital dan multimedia. 

5. Scetch

Lebih mudah dinamai dengan menggambar dengan tangan. Kemampuan menggambar tidak begitu mempengaruhi hasil karya Anda dalam bidang desain grafis, namun orisinalitas dalam menggambar manual akan sangat terasa dan efeknya adalah memudahkan Anda dalam mengolah karya desain menggunakan software.

6. Kemampuan umum

Kemampuan umum ini adalah kemampuan tambahan yang membantu dalam proses membuat sebuah karya grafis. Kemampuan umum dalam bidang grafis seperti pengetahuan tentang website ( website grafis seperti flickr, deviantart dsb, website ecommerce untuk menjual karya desain dsb )
Pilar keilmuan yang wajib dimiliki oleh seorang desainer grafis.
  1. Wawasan Teknologi
  2. Wawasan Sains
  3. Wawasan Seni
  4. Wawasan Sosial dan Budaya
  5. Wawasan Filsafat dan Etika

Continue Reading »


6 alasan Pentingnya Desain Cover Sebuah Buku


novels
Pentingnya desain cover suatu buku memang tidak terlalu penting bagi orang-orang yang bekerja diluar bidang desain grafis. Tentunya mereka berpikir bahwa mereka telah bekerja keras pada naskahnya. Mereka pun berpikir bahwa inti dalam membeli buku adalah isinya, bukan desain cover nya.
Tetapi, apakah Anda pernah berpikir bahwa desain cover termasuk hal yang sangat penting dalam penjualan buku?. Semakin menarik sebuah desain cover buku, maka itu membuat orang tertarik untuk meiliriknya, memegangnya kemudian melihat sinopsisnya. Dapat dikatakan bahwa desain cover buku adalah pandangan pertamanya para pelanggan yang hendak membeli buku. Memang banyak sekali orang yang mengatakan “Don’t Judge A Book With Their Covers”, tetapi dalam kenyataannya, orang-orang melihat buku dari desain covernya. Inilah 6 alasan mengapa desain cover sebuah buku sangat penting.
1.     Anda dapat menampilkan buku Anda di toko, atau online. Tanpa itu Anda hanya memiliki halaman judul.
pub_dracula_01
Tentunya Anda tidak ingin bukan buku Anda hanya tulisan besar ditengah kertas putih? Tentunya jarang sekali toko yang mengizinkan buku Anda yang desain covernya seperti itu. Selain tidak menarik, hal itu seperti buku yang dikerjakan ala kadarnya.
2.     Anda dapat membiarkan orang tahu apa genre buku Anda.
Dengan adanya desain cover, Anda dapat mendesain tema sesuai dengan jenis buku Anda. misalnya, jika jenis buku Anda kartun dan spesialisasi ditunjukan kepada anak-anak, Anda dapat membuat sedikit kartun dengan gambar yang menarik.
3.     Anda dapat menampilkan gambar yang penting untuk buku, untuk misalnya: Sebuah karakter, tempat, obyek.
goodvsbad
Sebagai contoh. Jika judul buku Anda “Ayunan Kecilku”, Anda dapat menampilkan gampar ayunan di halaman rumah sebagai desain covernya. Itu akan membuat buku Anda lebih hidup dan menarik.
4.     Anda dapat menonjol di antara pesaing Anda.
Semakin bagus desain cover Anda, tentunya pelanggan akan lebih memilih buku Anda daripada pesaing Anda.
5.     Ini adalah tampilan profesionalisme.
Desain cover sebuah buku membuat Anda lebih professional. Karena Anda mempertimbangkan segala aspek dalam pembuatan buku. Tidak hanya segi naskah, tetapi juga segi desain grafisnya.
6.     Hal ini dapat menyampaikan rasa cerita, misalnya: apakah aneh, sedih, ceria, atau gelap?
Jika Anda menceritakan sebuah kisah percintaan, dan cerita tersebut berakhir dengan akhir yang bahagia, Anda bisa menggambarkannya ke dalam desain cover buku Anda. Seperti menunjukkan keceriaan melalui warna dan gambar pilihan. Itu akan membuat pelanggan menebak – nebak apakah yang ada didalam buku tersebut.

Sebagai penerbit dari buku Anda sendiri, tentunya Anda memiliki keuntungan. Anda dapat memiliki suara dalam bagaimana desain cover Anda, dari awal sampai akhir. Anda bisa memberikan stempel persetujuan Anda di atasnya. Jika anda menggunakan penerbitan lain, anda harus berani mengatakan pendapat anda, karena ada banyak contoh penulis yang membenci desain cover buku mereka. Ini juga berarti itu tanggung jawab Anda untuk menyetujui sebuah buku menutupi / membuat desain cover buku yang Anda merasa benar-benar mencerminkan cerita Anda. Anda memiliki banyak hal untuk dipertimbangkan, dan saat pembaca akan mengambil buku Anda adalah setengah pertempuran!

Desain Cover buku Anda sama pentingnya dengan uraian dan judul buku Anda. Jadi, jangan pernah menyepelekan desain cover buku Anda. Mulailah mencari ide untuk desain cover buku Anda, kemudian cobalah menggambarkannya dan menjadikannya nyata.

Continue Reading »


FENOMENA CHAT SEX

Hmm... Seks, siapa tak kenal kata ini. Mendengar saja kita sudah terbawa pada arti beragam. Lalu apa arti sebenarnya seks? Secara sederhana, secara awam, saya ingin mengartikan bahwa seks adalah berkembangnya tingkat imaji seseorang atas reaksi otak terhadap apa yang dilihat, yang didengar, dan yang disentuh.


Di dunia maya (dalam konteks ini yang saya maksudkan adalah chatting) seks-pun mendapat ruang tersendiri bagi penikmatnya. Istilah CS (Chat Sex) menjadi populer di dunia maya, entah siapa yang pertama menciptakan.

Kembali pada arti seks di atas, media chat kini makin gencar digunakan sebagai dorongan pemuas hasrat seks. Hanya dengan rangkaian kata yang menggebu, tulisan-tulisan yang membangkitkan libido, atau bahkan webcam dengan gambar yg men-dagdigdug jantung rela dipaparkan.

Ya, mungkin media ini lebih variatif dan lebih hidup ketimbang membaca cerita dewasa atau nonton video bokep. Sebab kita punya lawan nyata nun jauh di sana yang siap aktif melayani dan menjawab setiap kata yang kita kirimkan.

Memang harus diakui, dunia maya telah erat kaitannya dengan dunia seks. Terlebih buat mereka yang menggunakan webcam. Moral dan etika seolah cuma topi untuk keluar rumah. Tak hanya itu, poto-poto pun tak kalah ikut ambil bagian di dunia yang satu ini. Demi memuaskan hasrat, mereka memajang "anu" nya untuk dikirimkan pada lawan chat. Tak puas dengan itu, mereka mem-publikasikan jepretan dirinya dengan begitu enteng tanpa sedikitpun pertimbangan.

Sesuatu yang sangat disayangkan bukan? Inilah kelamnya dunia IT negeri kita. Ketika yang lain sibuk menciptakan aplikasi baru, bangsa ini sibuk mencari pemuas nafsu.

SALAM Sakura martania 

Continue Reading »