Selamat datang di Blog Sakura Martania Creative Design

All Story From Blog

Kreatif dan ‘Lapar’

Kreatif dan ‘Lapar’

Written By Ali Sakit on Minggu, 07 Oktober 2012 | 20.42


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ‘kreatif’ diartikan:

(1) memiliki daya cipta;
(2) memiliki kemampuan untuk menciptakan.

Jadi, proses kreatif adalah proses mencipta sesuatu dan konteks dalam tulisan ini adalah mencipta tulisan atau menulis, baik itu tulisan yang bersifat fiksi maupun non-fiksi.

Ingat, mereka yang menulis fiksi disebut pengarang dan mereka yang menulis non-fiksi disebut penulis. (masih ingat kan dengan pembahasan dulu? kagak inget gue jitak)

Seorang penulis bisa menjadi pengarang, tetapi pengarang pada umumnya sedikit yang menjadi penulis. Hambatannya, menjadi penulis diperlukan topangan referensi yang lebih luas dan mendalam, apalagi bila yang bersangkutan menulis tulisan yang bersifat akademis/ilmiah. Tetapi bukan berarti bahwa menjadi seorang pengarang itu lebih mudah dibandingkan menjadi penulis. Sebab, baik untuk menjadi pengarang maupun penulis, keduanya memerlukan modal utama yaitu memiliki dorongan yang kuat untuk menulis (the strong will to write) atau dalam jargon creative writing disebut ‘lapar menulis’ (tidak sekedar haus). Dapat dibayangkan, bagaimana jika kita lapar (kelaparan) harus makan. Tentunya, jalan apa pun ditempuh, bukan? Goal-nya adalah makan, harus makan.

Dalam kasus ‘lapar menulis’, jalan apa pun ditempuh, it’s goal is do writing.
Jadi, jika kita ingin menjadi penulis atau pengarang, untuk mencapainya adalah menulis – do writing, do it soon, very soon, don’t be postponed. Sayangnya, banyak pihak yang ingin menjadi pengarang atau penulis tetapi hanya sebatas ‘ingin’ karena tidak juga menulis. Alasannya, sulit memulai, tidak punya waktu, takut salah, malu atau tidak ada inspirasi/ide yang pas untuk ditulis. Akhirnya, proses menulis pun tertunda.
Benar, untuk memulai menulis memang memerlukan proses kreatif yaitu dimulai dengan adanya ide (kekayaan batin/intelektual) sebagai bahan tulisan. Pengalaman saya, ide itu bisa diperoleh/didapat setiap saat, kapan mau menulis. Sumber utamanya adalah bacaan, pergaulan, perjalanan (traveling), kontemplasi, monolog, konflik dengan diri sendiri (internal) maupun dengan di luar diri kita (external), pembrontakan (rasa tidak puas), dorongan mengabdi (berbagi ilmu), kegembiraan, mencapai prestasi, tuntutan profesi dan sebagainya. Semuanya itu bisa dijadikan gerbang untuk mendorong memasuki proses kreatif menulis.

Kuncinya adalah punya hasrat yang kuat untuk menulis yang sebelumnya telah saya sebut sebagai the strong will to write sebagai modal utama untuk mulai menulis.

Modal kedua, adalah berkomitmen disertai disiplin untuk menulis. Antara lain mempuyai jadwal tetap untuk menulis dan rajin mengumpulkan ide-ide yang akan ditulis. Kedua hal tersebut perlu ditaati agar proses kreatif tidak terputus. Sayangnya, kadang kegiatan rutin yang wajib kita kerjakan membuat kegiatan menulis jadi tertunda atau terbengkalai sehingga tulisan tidak pernah menjadi suatu karya. Untuk mensiasatinya, maka perlu menulis di pagi hari (dini hari) atau malam (hingga larut malam, menjelang pagi). Baik juga memanfaatkan waktu luang pada akhir pekan atau hari libur. Yang penting, ada waktu khususnya untuk memberi ‘ruang’ proses kreatif yang kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan (karya nyata).

Menulis bukanlah sekadar membuat kalimat, melainkan diperlukan kemampuan mengolah kata. Kata-kata yang diolah juga bukan sembarang kata, melainkan kata-kata yang telah dipilih (diksi) untuk dijadikan media menulis. Kata-kata yang dipilih ini akan membuat tulisan baik atau buruk, menarik atau membosankan dan mudah atau sulit dipahami pembacanya (masih ingat dengan pembahasan kita "pilih kata yang bertenaga"? juga "ide sederhana penyajian cemerlang"?)

Dalam teori ini, untuk menjadi seorang penulis atau pengarang, pertama-tama harus mampu memilih kata-kata yang akan dijadikan media tulisannya. Karena, kata-kata ini merupakan senjata utama bagi penulis/pengarang untuk ‘menaklukkan’ pembaca. Agar dapat memilih dengan leluasa, maka setiap pengarang/penulis wajib kaya atau punya koleksi kata-kata tak terbatas, untuk dirangkai menjadi kalimat.

Pengkayaan kosakata dapat diperoleh dari bacaan, kamus, pergaulan dan penguasaan makna kata. Penggunaan kosakata ini tergantung pada keperluan masing-masing (menulis untuk fiksi atau non-fiksi). Tentunya, keperluan pengarang dengan penulis berbeda. Masing-masing punya jargon dan gaya tersendiri. Meskipun demikian, mereka ini punya goal yang sama: tulisannya ingin dibaca pembaca sebanyak dan seluas mungkin. Oleh karena itu, setiap penulis/pengarang pada waktu menulis telah memikirkan siapa sasaran pembacanya. Sehingga tidak salah ‘tembak’.

Tulisan yang menarik bagi pembaca, yang utama adalah mudah dipahami dan berbeda. Ada pun yang membuat sebuah tulisan itu mudah dipahami, yaitu:
1. Alur kalimat ditulis linier tidak bersifat ‘labirin’ (muter-muter, bertele-tele), sehingga tulisan terasa mengalir (flowing)
2. Tidak ada pengulangan kata-kata dan tidak banyak kata sambung seperti: lalu, kemudian, karena, jadi….dst
3. Hindari penggunaan kata-kata bersayap yang menyebabkan ambigu. Kata bersayap diperlukan, juga bunga kata, asal tidak berlebihan.
4. Isi tulisan tidak menggurui, tetapi memaparkan/menjelaskan sekalipun itu tulisan yang bersifat ‘pengajaran’.
5. Menyajikan tulisan dengan struktur susunan kata menjadi kalimat yang runtut dan paragraf yang tertata, sehingga tulisan mudah dicerna pembacanya
6. Mampu menggunakan tanda baca (dalam tulisannya) dengan tepat
7. Mencari ‘readers’ sebelum tulisan diterbitkan untuk minta pendapatnya (jika diperlukan)
8. Banyak membaca buku-buku yang disukai pembaca untuk dipelajari bahasa dan gaya penulisan para penulis/pengarang buku-buku yang banyak penggemarnya tersebut. Walaupun masing-masing penulis/pengarang idealnya punya ciri khas tersendiri.
9. dan yang terpenting, berani dan mau menerima kritik .


Sumber: http://www.rumpunnektar.com/2012/10/kreatif-dan-lapar.html#ixzz2efvp8ESr
Follow us: @rumpunnektar on Twitter

Continue Reading »


Software Desain Grafic terbaik di dunia


Untuk menghasilkan desain grafic secara digital dibutuhkan sebuah software yang bisa mendukung sebuah bentuk kreativitas dan pemikiran seorang desainer. Tanpa sebuah software yang tepat ide kita hanya akan tersangkut dibenak dan tidak bisa menghasilkan karya sesuai harapan.

Namun karena banyaknya software yang telah dibuat dan dengan tools yg seabreg tentu membutuhkan sebuah kesabaran untuk mempelajari dan menggunakan setiap fungsi dari software tersebut.

Berikut beberapa software desain canggih yang telah menghasilkan karya-karya indah para seniman desain.

1. Photoshop
         Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 dan versi yang terakhir (keduabelas) adalah Adobe Photoshop CS5.


2. Corel Draw
        CorelDraw adalah editor grafik vektor yang dibuat oleh Corel, sebuah perusahaan perangkat lunak yang bermarkas di Ottawa, Kanada. Versi terakhirnya versi 15 yang dinamai X5 dirilis pada tanggal 23 Februari 2008. Corel Draw pada awalnya dikembangkan untuk dijalankan pada sistem operasi Windows 2000 dan yang lebih baru. Versi Corel Draw untuk Linux dan Mac OS pernah dikembangkan, tetapi dihentikan karena tingkat penjualannya rendah. Versi CorelDRAW X5 memiliki tampilan baru serta beberapa aplikasi baru yang tidak ada pada CorelDRAW versi sebelumnya. Beberapa aplikasi terbaru yang ada, di antaranya Quick Start, Table, Smart Drawing Tool, Save as Template, dan lain sebagainya.

       
3. Adobe Freehand
       Macromedia FreeHand adalah aplikasi komputer untuk membuat grafik vektor 2 dimensi (penggunaan lambang geometris seperti titik, garis, lengkungan dan poligon untuk merepresentasikan gambar, dikenal dengan pemodelan geometris) diorientasikan untuk pasar pemasaran desktop professional. Telah tersedia untuk Microsoft Windows dan Mac OS X

4. 3D Max
       Autodesk 3ds Max, sebelumnya 3D Studio Max, adalah 3D komputer grafis perangkat lunak untuk membuat animasi 3D, model, dan gambar. Ini dikembangkan dan diproduksi oleh Autodesk Media dan Entertainment. Hal ini telah pemodelan kemampuan, arsitektur plugin yang fleksibel dan dapat digunakan pada platform Microsoft Windows. Hal ini sering digunakan oleh pengembang permainan video, studio TV komersial dan studio visualisasi arsitektur. Hal ini juga digunakan untuk efek film dan film pra-visualisasi. Selain pemodelan dan alat animasi, versi terbaru dari 3ds Max juga fitur shader (seperti oklusi ambien dan hamburan bawah permukaan), simulasi dinamis, sistem partikel, radiositas, pembuatan peta normal dan rendering, pencahayaan global, antarmuka pengguna disesuaikan, sendiri dan bahasa scripting.Urungkan pengeditan

        


5. Adobe Illustrator
       Adobe Illustrator adalah editor grafis vektor yang dikembangkan dan dipasarkan oleh Adobe Systems. Illustrator mirip dalam ruang lingkup, pasar yang dituju, dan fungsionalitas untuk pesaingnya, CorelDraw, Xara Designer Pro dan Macromedia FreeHand . Versi terbaru, Illustrator CS6, adalah generasi keenam belas di lini produk.

        sumber : disini

Continue Reading »


6 Tips Belajar Desain Secara Otodidak

Semua skill yang saya miliki saat ini hampir seluruhnya diperoleh secara otodidak. Semua saya peroleh dari halaman internet, video tutorial, dan sebagian lagi dari buku. Ini menggoda saya untuk berbagi pengalaman dalam belajar secara otodidak. Berikut adalah beberapa tips yang akan membantu Anda ketika belajar sendirian.

1. Kenali cara belajar Anda.

Inilah bagian tersulit dari belajar otodidak, mengenali cara belajar. Perlu disadari bahwa cara belajar setiap orang berbeda. Sebagian orang mungkin lebih suka belajar teori baru kemudian mengikuti tutorial. Sebagian lain mungkin akan melewatkan teori dan langsung pada praktek. Sebagian mungkin lebih nyaman dengan membaca studi kasus dari sebuah projek.
Kenali juga media belajar yang cocok buat Anda. Apakah Anda lebih suka belajar lewat video, tutorial tertulis, atau mungkin lewat buku? Apakah Anda lebih nyaman dengan pembahasan yang detail atau yang sifatnya teknis, langsung praktek?
Jadi, bagaimana cara mengenali cara belajar kita sendiri? Silakan bereksperimen dengan mencoba semua cara lalu evaluasi hasilnya. Langkah ini mungkin membutuhkan waktu lama, tapi setelah ini dikuasai, proses belajar Anda akan lebih mudah.

2. Cari guru terbaik.

Belajar sendiri artinya Anda memiliki sedikit bahkan tidak ada kesempatan untuk bertanya. Cara terbaik adalah menghindari kondisi yang memungkinkan ini terjadi. Usahakan Anda belajar dari guru-guru terbaik yang bisa mengajarkan dengan mudah dan jelas.
Jangan belajar dari pemula! Pengetahuannya yang terbatas mungkin malah menyeret Anda ke teknik-teknik yang sebetulnya tidak praktis atau malah tidak berguna. Lebih baik belajar langsung dari para ahli yang sudah berpengalaman di bidangnya.
Mencari seorang ahli tidak sesulit kedengarannya. Di internet, mereka akan ada di situs-situs besar. Di buku, mereka bisa ditemukan di penerbit-penerbit terkemuka. Mudah bukan?

3. Mulai dengan garis besar baru menuju detail

Di kelas, Anda belajar dengan panduan kurikulum. Materi belajar dimulai dari tingkat awal dan berangsur-angsur makin tinggi. Ketika belajar otodidak, kita mengatur sendiri apa yang akan dipelajari. Sebaiknya mulailah dengan mempelajari garis besar untuk memahami peran setiap materi.
Misalnya Anda ingin belajar mendesain theme wordpress. Secara garis besar, biasanya desain theme dimulai dari desain mockup di Photoshop, konversi ke html/css, baru konversi ke theme dengan php dan codex wordpress. Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah memahami teknik dasar Photoshop, html dan css, baru php dan codex wordpress. Dengan memahami alur ini, proses belajar akan lebih terarah dan tentunya menghemat waktu.

4. Jangan banyak bertanya, gunakan Google!

Di internet ada banyak orang yang baik hati. Mereka menulis tutorial gratis, artikel gratis, software gratis, buku gratis, dan banyak lagi. Itu dilakukan karena memang mereka bisa dan mereka mau. Ini bukan berarti bahwa Anda bisa begitu saja menyuruh mereka. Biasakan untuk selalu mencari solusi permasalahan Anda sendiri.
Jika ada masalah ketika belajar, mulailah dengan mencari pertanyaannya di Google. Mudah saja, tinggal tuliskan pertanyaannya. Database wordpress rusak, tulis saja “restore database wordpress rusak”. Mau mengubah nomor chapter di InDesign, tulis saja “changing chapter number in InDesign”. Saya jamin Anda akan memperoleh banyak link.

5. Bergabung dengan komunitas

Komunitas yang baik biasanya aktif jika ada diskusi baru. Sebelum bertanya, pastikan Anda telah mencari di arsip lama. Menanyakan pertanyaan yang sudah ada bisa jadi membuat Anda dianggap spammer. Biasakan juga untuk ikut aktif berdiskusi di pertanyaan-pertanyaan. Ingat bahwa tujuan forum adalah sharing, bukan untuk kita pribadi.

6. Hindari pengalih perhatian

Perhatikan apa saja faktor yang bisa mengganggu proses belajar Anda. Faktor ini mungkin saja facebook, twitter, email, atau orang-orang di sekitar Anda. Jika Anda harus sendirian, silakan pindah ke kamar tertutup, yang penting tidak ke kamar tidur.

sumber artikel : http://desaindigital.com/6-tips-belajar-desain-secara-otodidak/

Continue Reading »


6 alasan Pentingnya Desain Cover Sebuah Buku


novels
Pentingnya desain cover suatu buku memang tidak terlalu penting bagi orang-orang yang bekerja diluar bidang desain grafis. Tentunya mereka berpikir bahwa mereka telah bekerja keras pada naskahnya. Mereka pun berpikir bahwa inti dalam membeli buku adalah isinya, bukan desain cover nya.
Tetapi, apakah Anda pernah berpikir bahwa desain cover termasuk hal yang sangat penting dalam penjualan buku?. Semakin menarik sebuah desain cover buku, maka itu membuat orang tertarik untuk meiliriknya, memegangnya kemudian melihat sinopsisnya. Dapat dikatakan bahwa desain cover buku adalah pandangan pertamanya para pelanggan yang hendak membeli buku. Memang banyak sekali orang yang mengatakan “Don’t Judge A Book With Their Covers”, tetapi dalam kenyataannya, orang-orang melihat buku dari desain covernya. Inilah 6 alasan mengapa desain cover sebuah buku sangat penting.
1.     Anda dapat menampilkan buku Anda di toko, atau online. Tanpa itu Anda hanya memiliki halaman judul.
pub_dracula_01
Tentunya Anda tidak ingin bukan buku Anda hanya tulisan besar ditengah kertas putih? Tentunya jarang sekali toko yang mengizinkan buku Anda yang desain covernya seperti itu. Selain tidak menarik, hal itu seperti buku yang dikerjakan ala kadarnya.
2.     Anda dapat membiarkan orang tahu apa genre buku Anda.
Dengan adanya desain cover, Anda dapat mendesain tema sesuai dengan jenis buku Anda. misalnya, jika jenis buku Anda kartun dan spesialisasi ditunjukan kepada anak-anak, Anda dapat membuat sedikit kartun dengan gambar yang menarik.
3.     Anda dapat menampilkan gambar yang penting untuk buku, untuk misalnya: Sebuah karakter, tempat, obyek.
goodvsbad
Sebagai contoh. Jika judul buku Anda “Ayunan Kecilku”, Anda dapat menampilkan gampar ayunan di halaman rumah sebagai desain covernya. Itu akan membuat buku Anda lebih hidup dan menarik.
4.     Anda dapat menonjol di antara pesaing Anda.
Semakin bagus desain cover Anda, tentunya pelanggan akan lebih memilih buku Anda daripada pesaing Anda.
5.     Ini adalah tampilan profesionalisme.
Desain cover sebuah buku membuat Anda lebih professional. Karena Anda mempertimbangkan segala aspek dalam pembuatan buku. Tidak hanya segi naskah, tetapi juga segi desain grafisnya.
6.     Hal ini dapat menyampaikan rasa cerita, misalnya: apakah aneh, sedih, ceria, atau gelap?
Jika Anda menceritakan sebuah kisah percintaan, dan cerita tersebut berakhir dengan akhir yang bahagia, Anda bisa menggambarkannya ke dalam desain cover buku Anda. Seperti menunjukkan keceriaan melalui warna dan gambar pilihan. Itu akan membuat pelanggan menebak – nebak apakah yang ada didalam buku tersebut.

Sebagai penerbit dari buku Anda sendiri, tentunya Anda memiliki keuntungan. Anda dapat memiliki suara dalam bagaimana desain cover Anda, dari awal sampai akhir. Anda bisa memberikan stempel persetujuan Anda di atasnya. Jika anda menggunakan penerbitan lain, anda harus berani mengatakan pendapat anda, karena ada banyak contoh penulis yang membenci desain cover buku mereka. Ini juga berarti itu tanggung jawab Anda untuk menyetujui sebuah buku menutupi / membuat desain cover buku yang Anda merasa benar-benar mencerminkan cerita Anda. Anda memiliki banyak hal untuk dipertimbangkan, dan saat pembaca akan mengambil buku Anda adalah setengah pertempuran!

Desain Cover buku Anda sama pentingnya dengan uraian dan judul buku Anda. Jadi, jangan pernah menyepelekan desain cover buku Anda. Mulailah mencari ide untuk desain cover buku Anda, kemudian cobalah menggambarkannya dan menjadikannya nyata.

Continue Reading »


10 Karya Seniman Grafis Indonesia Terbaik

Setelah browsing dan mencari Karya Seniman Grafis Indonesia dan saya menemukan sebuah posting keren ini : http://richardfang.com/10-karya-seniman-grafis-indonesia-terbaik/

Siapa bilang seniman grafis lokal jarang yang berkualitas?

Setelah beberapa hari menelusuri kembali DeviantArt, saya menemukan beberapa karya yang menarik dan menghibur. Memang tidak saya kategori kan kedalam sub yang lebih spesifik, seperti misalnya khusus digital art atau painting karena menurut saya yang penting itu hasil akhirnya, bukan kepada kategori nya. So tanpa basa basi lagi silakan menikmati!
Duel by 29pro
Duel by 29pro
Global Warming by pepey
Global Warming by pepey
Battle Angel by TraceLandVectorie03
Battle Angel by TraceLandVectorie03
Redemption and Salvation by carment
Redemption and Salvation by carment
Monopoly by Keledai
Monopoly by Keledai
LOVE by Southtreez
LOVE by Southtreez
Black by Astronautsboy
Black by Astronautsboy
Hide by nadydesign
Hide by nadydesign
Mandala of Kalachandra by Ngupi
Mandala of Kalachandra by Ngupi
Tarim is Back by lulumakanbolu
Tarim is Back by lulumakanbolu

Continue Reading »


Tokoh Desain Grafis Indonesia


Desainer grafis Indonesia menguasai dunia! Fakta itu lah yang terjadi dan selama ini tidak banyak diketahui sebagian besar masyarakat.

Para profesional di bidang tersebut bukan hanya secara kuantitas menunjukkan dominasinya, tapi juga telah membuktikankualitasnya. Merekatelah menunjukkan peran penting terhadap lahirnya karya-karya kelas dunia mulai dari logo perusahaan, komik, animasi hingga film kelas box office.

Berdasarkan data 99designs.com, laman pasar desain grafis terbesar di dunia yang bermarkas di Amerika Serikat (AS), saat ini tercatat lebih dari 225 ribu desainer dari 192 negara yang menjadi anggota. Yang mengejutkan, sekira 17 ribu di antaranya berasal dari Indonesia. Jumlah ini telah melewati Filipina yang selama ini mendominasi. Jason Aiken, Community Director 99designs, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, 4.000 orang di antaranya telah memenangi kontes desain di situs 99designs.

"Indonesia memiliki kemampuan besar pada sumber daya potensial di dunia desain grafis. Setiap tahun muncul desainer-desainer yang siap bersaing di dunia internasional," ujar Aiken, saat melakukan roadshow 99designs di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Lebih jauh dia membeberkan, sejak situs yang digawanginya berdiri pada 2008, pihaknya telah membayar lebih dari USD10 juta kepada desainer dari Indonesia dan Filipina. Angka ini lebih besar dari yang pernah dibayarkan 99designs kepada komunitas desain dari negara lain. "Secara total, kami membayar lebih dari USD54 juta kepada komunitas desainer di dunia," ucapnya.

Di antara desainer grafis asal Indonesia yang sudah menancapkan tajinya di pasar industri kreatif tersebut, terdapat sejumlah nama yang mengemuka seperti Danton Sihombing, Yolanda Santosa, Lucia C Dambies, Henricus Kusbiantoro, Melissa Sunjaya, dan Christiawan Lie. Danton Sihombing yang menyandang gelar master bidang desain grafis dari Savannah College of Arts and Design (SCAD), Georgia, AS pernah berkarya di sejumlah perusahaan dunia seperti Allied Graphic Arts (AGA), New York City.

Dia juga dikenal sebagai salah satu sosok yang berkontribusi besar pada proyek prestisius revitalisasi brand Marks & Spencer dan Nascar. "Keterlibatan saya dalam berbagai proyek besar merupakan bagian dari pekerjaan yang sudah ditentukan perusahaan tempat saya dulu bekerja. Berbagai pengalaman menimbulkan kepercayaan diri untuk hadir dalam pentas dunia," ujar Danton yang memulai karier sebagai desainer grafis profesional sejak 1990. Berbicara kisah sukses desainer grafis Indonesia di tingkat dunia, rasanya kurang pas jika tidak menyebut nama Yolanda Santosa.

Perempuan yang biasa dipanggil dengan sapaan Yo ini adalah sosok yang punya kontribusi pada sejumlah film layar lebar seperti 300, The Hulk, An Inconvenient Truth, The Shaggy Dog, Herbie Fully Loaded, Catwoman. Dia juga menjadi sosok penting pada sejumlah serial televisi, diantaranya Desperate Housewives, Ugly Betty, The Triangle, Into the West, Tarzan, dan Weeds. Yo dikenal sebagai talenta muda Indonesia yang sukses di bidang branding & motion graphic di Negeri Paman Sam. Lewat perusahaannya, Ferroconcrete, Yo bahkan sukses mendesain sejumlah film box office.

Stasiun televisi ABC, CNN, Paramount Pictures, Pinkberry, Sci Fi Channel, Showtime, Sony, Universal Pictures, Walt Disney Pictures, Warner Bros Pictures, dan 20th Century Fox merupakan deretan klien perempuan yang mengagumi pendiri Apple, Steve Jobs, ini. Lucia C Dambies atau yang kerap disapa dengan panggilan Loucee tak kalah berkilap. Sejak di bangku SMP dia bercita- cita menjadi desainer grafis.

Jebolan Desain Komunikasi Visual, FSRD, ITB pada 1999 dengan predikat cumlaude ini sempat bekerja paruh waktu di studio desain grafis legendaris Chermayeff & Geismar dan perusahaan branding Wolff Olins. Atas karyanya, Loucee yang mengambil master di Program Studi Visual Communication Designdi Pratt Institute, New York City, ini pernah meraih penghargaan Circle Award for Academic Outstanding Achievement dari Pratt Institute. Loucee yang menikah dengan peneliti kimia berkebangsaan Prancis kini menetap di Newcastle Upon Tyne, Inggris.

Di kota ini dia bekerja sebagai head designer di WhartonBradley Mack, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang internet marketing specialist. Bicara dunia desain grafis, kurang tepat tanpa membicarakan Henricus Kusbiantoro. Maklum, Henricus merupakan salah satu desainer grafis top Indonesia. Bagaimana tidak, namanya sangat terkait erat dengan Landor, perusahaan pionir dan terkemuka sebagai konsultan merek dan logo yang berpusat di San Fransisco, AS.

Henricus merupakan salah seorang art director di Landor. Lulusan desain grafis dan seni rupa ITB ini telah menghasilkan banyak logo kelas dunia. Pria asal Bandung yang sejak kecil senang menggambar dan tergila-gila dengan ilustrasi pewayangan ini setelah lulus dari ITB melanjutkan pendidikan di Pratt Institute, Brooklyn, New York dan lulus pada 2000 dengan predikat highest achievement. Setelah itu dia bergabung dengan Wolff Olins, konsultan merek inovatif dan kontroversial asal Inggris dan langsung terlibat dalam revitalisasi menyeluruh merek General Electric (GE) pada 2004.

Melissa Sunjaya juga sukses mencatatkan prestasi di level global. WanitakelahiranJakarta, 1974, ini pernah berkiprah di beberapa studio desain grafis terkemuka di California seperti CMg Design Inc, Ph.D, dan Siegel & Gale Los Angeles. Setelah belajar desain grafis di Universitas Trisakti, dia melanjutkan studi di Art Center di Swiss dan California. Setelah itu dia banyak terlibat dalam berbagai proyek branding korporasi seperti Fox Twentieth Century, 29Palms, GeanGardner Photography, dan Mark Hanauer Photography.

Lain lagi dengan Christiawan Lie. Pria kelahiran Bandung, 5 September 1974, ini berhasil menembus industri komik mainstream AS. Chris telah menghasilkan 40 komik yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dan 25 tokoh karakter komik. Komik karyanya yang sudah diterbitkan di AS di antaranya 6 buku GI Joe Sigma 6, GI Joe Arashikage Showdown (GN/graphic novel), Return to Labyrinth (GN) volume 1, Josie & The Pussycats-short stories (12 buku), Dungeon and Dragons: Eberron volume 1. Dia juga berkolaborasi dengan John Rogers, penulis cerita Transformer: The Movie.

Kiprah sejumlah desainer grafis Indonesia itu membuktikan bahwa kualitas mereka sangat mumpuni di dunia. Karena itu, penulis buku desain grafis Surianto Rustan mengatakan, potensi dan kreativitas anak Indonesia sangat besar. Sayangnya, mereka punya kendala yang sangat mendasar, yaitu kurang percaya diri dan minim kemampuan komunikasi internasional.

"Hanya sedikit yang bisa berbicara di dunia internasional. Seakan ada tembok yang membatasi, salah satunya disebabkan komunikasi. Apalagi berbagai eventinternasional sangat jarang diadakan di Indonesia,” kata penulis buku HURUFONTIPOGRAFI ini. (Islahuddin/Yani A) sumber :http://kampus.okezone.com/read/2013/06/16/373/822674/indonesia-raja-desainer-grafis-dunia

Continue Reading »


Apa Kata Wikipedia tentang Desain Grafis


Desain Grafis merupakan sebuah cabang ilmu yang sangat menarik, dan selalu membuat penasaran bagi kita untuk menghasilkan sebuah karya seni. Berikut apa kata Wikipedia tentang desain grafis.

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).
Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak....

Pada tahun , Henry Cole menjadi salah seorang yang paling berpengaruh dalam pendidikan desain di Inggris, ia meyakinkan pemerintah tentang pentingnya desain dalam sebuah jurnal yang berjudul Journal of Design and Manufactures. Dia menyelenggarakan The Great Exhibition sebagai perayaan atas munculnya teknologi industri modern dan desain bergaya Victoria.

Dari tahun 1891 sampai 1896, Percetakan William Morris Kelmscott mempublikasikan buku karya desain grafis yang dibuat oleh gerakan Arts and Crafts , dan membuat buku dengan desain yang lebih bagus dan elegan untuk dijual kepada orang-orang kaya. Morris membuktikan adanya potensi pasar untuk produk-produk desain grafis. Morris juga mempelopori pemisahan desain grafis dari seni rupa. Karya –karya Morris dan karya dari pergerakan Private Press secara langsung mempengaruhi Art Nouveau, dan secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan desain grafis pada awal abad ke 20.

Kata Desain Grafis pertama kali digunakan pada tahun 1922 di sebuah esai berjudul New Kind of Printing Calls for New Design yang ditulis oleh William Addison Dwiggins, seorang desainer buku Amerika.
Raffe's Graphic Design, yang diterbitkan pada tahun 1927, dianggap sebagai buku pertama yang menggunakan istilah Desain Grafis pada judulnya

The signage in the London Underground adalah contoh desain klasik pada abad modern yang menggunakan jenis huruf yang dirancang oleh Edward Johnston pada tahun 1916.
Pada tahun 1920, Aliran konstuktivisme di Uni Soviet melihat seni yang berorientasi individu tidak ada gunanya bagi Rusia dan membuat sesuatu yang dapat diterapkan di dunia nyata. Mereka mendesain bangunan, perangkat teater, poster, kain, pakaian, perabot, logo, menu, dll.

Jan Tschichold merumuskan prinsip-prinsip dasar tipografi modern pada tahun 1928 dalam bukunya yang berjudul New Typography. Tschichold, Bauhaus,Herbert Bayer and Laszlo Moholy-Nagy, and El Lissitzky adalah tipografer yang berpengaruh besar dalam ilmu desain grafis yang kita kenal sekarang ini. Mereka mempelopori teknik produksi yang digunakan sepanjang abad ke 20. Pada tahun-tahun berikutnya desain grafis mendapat banyak pengakuan dan mulai banyak diterapkan. Pasca Perang Dunia II, kebutuhan akan desain grafis meningkat pesat, terutama untuk periklanan dan kemasan produk. Perpindahan Sekolah Bauhaus dari Jerman ke Chicago pada tahun 1937 membawa pengaruh besar pada desain di Amerika. Nama- nama yang terkenal diantaranya Adrian Frutiger(desainer jenis huruf Univers dan Frutiger), Paul Rand(yang dari akhir 1930-an sampai kematiannya pada tahun 1996 menggunakan prinsip Bauhaus dan menerapkannya padaiklan dan desain logo.

Perkembangan industi desain grafis tumbuh seiring dengan perkembangan konsumerisme. Hal ini menimbulkan kritik dari berbagai komunitas desain yang tertuang dalam First Things First manifesto yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1964 dan diterbitkan kembali pada tahun 1999 di majalah Émigré. Konsumerisme terus tumbuh, sehingga terus memacu pertumbuhan ilmu desain grafis. Hal ini menarik para praktisi desain grafis, beberapa diantaranya adalah : Rudy VanderLans, Erik Spiekermann, Ellen Lupton and Rick Poynor.

Continue Reading »